Airbag mobil bisa mengurangi Cidera saat terjadi kecelakaan!

fungsi, sistem kerja dan bahaya artikel

Bicara tentang fitur keamanan dari suatu mobil, tak lengkap rasanya jika tidak membahas tentang Airbag mobil.  Tentu tidak semua pengendara mengetahui fitur ini dan Naba Rentcar akan bahas lebih lanjut tentang fungsi, system kerja dan bahaya penggunaanya. Airbag / Supplemental Restraint System (SRS) adalah perangkat keselamatan berupa suplemen untuk sabuk pengaman dengan pretensioner. Kedua fitur itu hanya berfungsi sekali pakai untuk menghindari penumpang dari kematian atau cedera serius di bagian kepala dan dada.

Meskipun di mobil sudah ada sabuk pengaman yang bisa menahan tubuh saat kecelakaan, kepala pengemudi yang memiliki berat sekitar 3 – 6 kilogram tidak tertahan oleh seatbelt. Kepala yang tidak tertahan ini bisa terus bergerak maju membentur kemudi bahkan kaca mobil bagian depan. Ketika terjadi tabrakan atau kecelakaan, kepala pengemudi bisa terbentur dalam waktu 50 milisekon. Disini lah fungsi airbag mobil berkerja.

Sistem kerja AirBag

Airbag harus mengembang dengan cepat untuk mencegah benturan itu. Lalu bagaimana Sistem kerja alat ini? ketika ada benturan atau menabrak dinding pada kecepatan 16-24km/jam, sensor yang ada pada bagian kemudi akan mendeteksinya. Sensor ini namanya sensor Akselerometer. Akselerometer ini adalah alat untuk mengukur percepatan. Saat Akselerometer mendeteksi adanya benturan, alat itu mengirim sinyal pada Ignitor. Ignitor ini akan melepaskan bahan bakar kimia yang disebut Natrium Azida (NaN3) dengan kalium (KN03) untuk menghasilkan Nitrogen. Saat terurai, Nitrogen akan mengembang seketika.

Penjelasan Lengkap Pengertian, Fungsi dan Cara Kerja Airbag



Proses panjang ini rupanya hanya terjadi selama 30 – 40 milisekon, kecepatan mengembang adalah 300 kilometer per jam, lebih cepat dari tabrakan mobil itu sendiri. Airbag akan mengembang melindungi daerah vital seperti kepala, leher, dan dada. Tanpa alat ini sebagai bantalan, tubuh Anda hanya ditahan oleh seatbelt berpotensi mengakibatkan cedera pada leher dan dada. Alat ini juga didesain agar mengempis ketika kepala pengemudi menekan balik kantung itu. Sehingga, saat kendaraan terhenti alat sudah mengempis.

Bahaya yang harus diperhatikan ketika penggunaan

Walaupun Airbag berfungsi sebagai alat keamanan dan keselamatan di dalam mobil, namun ternyata kantong udara juga memiliki potensi untuk menyebabkan kematian atau cedera yang serius. Oleh karena itu, sebaiknya Anda perlu memerhatikan petunjuk penggunaan agar mengurangi risiko cedera.

Hal yang perlu diperhatikan lagi adalah hindari memukul pada area komponen atau memodifikasi apapun yang berkaitan dengan Airbag. Modifikasi yang dimaksud adalah mengganti kemudi, panel instrumen, atau dasbor, mengubah bemper atau fender depan, mengganti suspensi kendaraan, dan menambah perangkat elektronik seperti radio dua arah. Beberapa hal diatas akan mengganggu fungsi Airbag untuk dapat bekerja dengan baik.

Baca juga : Jangan Panik! Lakukan hal ini jika mobil anda mogok



Saat Kantung udara bekerja Anda juga harus memperhatikan hal ini, ada reaksi kimia yang terjadi dalam inflator mengisi Airbag dengan gas tidak beracun sampai mengembung. Setelah kejadian itu ada kemungkinan terjadi suara bising dan serbuk putih yang menyebar. Bagian dari modul seperti hub roda kemudi, penutup Airbag, inflator, Airbag, atau jok menjadi panas selama beberapa menit.

Disarankan, jangan menyentuh komponen tersebut setelah Airbag meletup. Selain itu jika sulit untuk bernapas di kabin yang tertutup, maka segeralah buka pintu atau jendela mobil agar udara segar masuk, atau jika memungkinkan, tinggalkan kendaraan. Satu lagi hal lagi yang penting, langsung cuci bagian kulit yang terkena residu agar terhindar dari iritasi.

Memeriksa fungsi airbag

Anda juga perlu memeriksa kondisi airbag yang terdapat pada kendaraan, sebagai pemilik mobil. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan, berikut tips yang dapat anda lakukan untuk memeriksa fungsi airbag:

Terdapat lampu indikator yang terletak di dasbor dan spidometer, pada kendaraan yang telah dibekali dengan airbag. Ketika mobil dinyalakan, lampu indikator tersebut tersebut akan hidup, apabila terdapat masalah pada system kantong udara melalui lampu ini, pengguna dapat memeriksa masalah tersebut. Yaitu dengan mencermati jumlah kedipan yang merupakan kode. Berikut arti dari kode tersebut:

  • Kode 12 : Menandakan bahwa voltase baterai lemah, dan lampu indikator berkedip sebanyak 12 kali
  • Kode 13 : Terdapat korsleting atau masalah pada papan sirkuit airbag, dan lampu indikator akan berkedip sebanyak 13 kali
  • Kode 14 : Menandakan bahwa terdapat masalah pada sensor benturan, lampu indikator akan berkedip sebanyak 14 kali
  • Kode 21 : Perangkat airbag atau kantong udara tidak terpasang dengan benar, dan lampu indikator akan berkedip 21 kali
  • Kode 22 : Sensor benturan tidak dapat berfungsi karena voltase baterai lemah, dan lampu indikator akan berkedip 22 kali
  • Kode 23 : Terdapat masalah pada sirkuit sensor benturan, lampu indikator akan berkedip sebanyak 23 kali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *