Salah Tekanan Ban Mobil bisa membuat Ban Mobil Pecah!

Ban merupakan komponen penting yang terpasang pada mobil, namun yang tak kalah penting yaitu tekanan ban mobil. Karena yang menopang beban mobil, bukan lah karet bannya saja, melainkan berapa tekanan udara di dalamnya. Setiap mobil pasti memiliki ukuran tekanan ban mobil yang direkomendasikan, sesuai dengan beban yang dibawa. Jika kekurangan maupun kelebihan tekanan udaranya, tentu akan memberi efek negatif pada ban.

tekanan ban mobil

Karena itulah, semua produsen mobil selalu menyarankan agar pengendara mengisi tekanan Ban mobil dengan kapasitas yang dianjurkan. Tekanan angin pada tiap mobil akan berbeda tergantung jenisnya sehingga pengecekan tiap minggu harus dilaksanakan. Tekanan ban juga tak boleh terlalu kurang atau lebih karena kedua hal tersebut pasti berpengaruh pada mobil.

Dari kedua kondisi ini, tekanan ban mobil yang kurang lebih berbahaya dibanding kelebihan. Keadaan ban yang kurang tekanan udaranya sama seperti mengangkut beban berlebihan, hal ini akan membuat ban akan mengalami defleksi yang berlebihan, sehingga bisa membuat pecah ketika digunakan.

Belum lama ini. Ban yang mengalami defleksi berlebihan, akan membuat benang pada dinding ban kelelahan. Pada kondisi tertentu, bagian yang terdefleksi akan melepuh karetnya sehingga benang jadi hangus atau putus.

Jika Mobil masuk tol, disarankan untuk tambah ukuran tekanan ban mobil 1 sampai 3 psi untuk menghindari defleksi pada dinding ban yang berlebihan. Kelebihan 1-3 psi tidak akan membuat ban pecah. Namun perlu diingat juga, kelebihan tekanan udara pada ban bisa membuat tapak ban aus bagian tengahnya saja, sampingnya tidak. Selain itu, kemudi jadi terasa terlalu ringan yang membuat mobil sulit dikendalikan.

Selain ban akan pecah ada 6 hal lainnya yang berpengaruh akibat dari kurangnya Ukuran tekanan ban mobil :

  1. Tarikan Menjadi Lebih Berat

Jika ban kekurangan tekanan angin, ban akan berputar dengan tidak sempurna. Beban yang berat membuat tarikan mobil semakin berat dan membuat tidak nyaman dalam berkendara.

  1. Ban Cepat Aus Namun Tidak Rata

Pengikisan yang tidak seimbang terjadi karena ban kurang angin, karena jika ban dalam kondisi kempes, bagian yang menapak pada aspal hanya bagian pinggir ban dan bagian tengah tertekuk ke atas. Inilah yang menyebabkan ban cepat halus.

  1. Ban Mudah Pecah

Ban yang kurang tekanan angin berakibat munculnya benjolan pada dinding samping ban. Benjolan ini membuat sidewall menjadi kurang kuat menahan benturan yang keras sehingga konstruksinya rusak.

Baca juga : Jangan panik! lakukan hal ini apabila mobil Mogok di jalan 

  1. Lebih Boros Bahan Bakar

ban yang kurang angin membuat telapak ban banyak menempel ke aspal. Ini membuat gesekan anatara permukaan ban dan aspal menjadi semakin besar. Untuk itu dibutuhkan tenaga tambahan untuk meluncur sehingga menyerap bahan bakar yang lebih.

  1. Performa Pengereman Berkurang

Bila ban kempes maka membuat waktu berhenti menjadi lebih lama. Selain itu, mobil akan mudah tergelincir baik saat jalanan basah, licin atau salju. Sedang jika kondisi kering, ban akan mudah selip.

  1. Memperpendek Usia Pakai Ban Mobil

Ban mempunyai usia ketahanan tertentu. Dengan sering bertekanan rendah maka usia tapak ban menjadi berkurang 25 persen. Karena itu, gantilah ban sebelum waktunya. Itulah tadi akibat yang dimunculkan oleh ban bertekanan rendah dengan pemakaian terus menerus. Sering lakukan pengecekan demi keselamatan Anda.

 

Berapa ukuran Tekanan Ban Mobil yang Ideal?

Kalau mobil, itu beda-beda tergantung besar velg dan bobot mobil tentunya. Misalkan untuk mobil MPV dan Middle SUV tekanan 30-35 PSI sudah cukup. Sementara untuk mobil yang lebih kecil (LCGC dan Hatchback) sekitar 28 hingga 32 PSI. Tetapi jika kamu membawa orang atau barang yang berlebih cukup dinaikkan 2 PSI saja dari angka rekomendasi tersebut.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *