Solo: Kota Budaya yang Menyimpan Pesona Warisan Tradisi Jawa

You are currently viewing Solo: Kota Budaya yang Menyimpan Pesona Warisan Tradisi Jawa

Wisata Solo – Terletak di jantung Jawa Tengah, kota ini telah menjadi tujuan favorit yang wajib dikunjungi untuk liburan bersama. Solo menghadirkan perpaduan menakjubkan antara kekayaan budaya tradisional dan fasilitas modern yang memikat semua anggota keluarga. Dari anak-anak hingga lanjut usia, Solo menawarkan berbagai atraksi yang seru dan memikat.

Sobat Naba! Setiba di Solo, kamu akan segera merasakan semangat dan kehangatan penduduk lokal. Juga jelajahi keindahan alam yang memesona di Tawangmangu, di mana air terjun setinggi 80 meter menantang gravitasi dan hamparan kebun teh meliputi pandangan kamu. Rasakan sensasi menghirup udara segar sembari menyusuri jalan setapak di kawasan ini. 

Tidak kalah menakjubkan, Grojogan Sewu dengan pesona air terjunnya yang megah memancarkan keanggunan alam. Rindukan petualangan? Lereng Lawu menantang kamu untuk mendaki dan mengeksplorasi panorama spektakuler di puncaknya. Dari sini kita tahu kalau kekayaan budaya Solo tak terelakkan. 

Dalam Keraton Surakarta, keajaiban arsitektur Jawa klasik memukau mata. Saksikan kehidupan istana yang kaya dengan tradisi dan warisan raja-raja Jawa. Solo juga memanjakan lidah kamu dengan kelezatan kuliner khas. Jadi, siapkan diri kamu untuk merasakan keindahan yang begitu nyata di setiap sudut Solo, di mana alam, budaya, dan kuliner bersatu menjadi harmoni sempurna. Berikut, Naba Rent Car sajikan ulasannya.

10 Wisata Solo Yang Bisa Kamu Kunjungi

1. Keraton Kasunanan Surakarta

Wisata Solo
Source : korinatour.co.id

Ketika mengunjungi wisata Solo yang satu ini, kamu akan disambut oleh pesona tembok putih setinggi 3-5 meter yang mengelilingi keraton. Di pelataran, terdapat meriam besar bernama Kyai Rancawara, menciptakan suasana yang kental dengan sejarah. Di dalam keraton, bangunan Sasana Sumewa memikat perhatian, dianggap sebagai tempat komunikasi raja dengan bawahan. Namun, kunjungan ke lantai atas bangunan ini tidak diizinkan, mengingat pentingnya nilai sakral yang dihormati oleh keraton dan abdi dalem. Kamu dapat berkunjung di hari Senin hingga Kamis pada pukul 09.00 hingga 14.00 WIB.

Para wisatawan dapat mengagumi Kori Brojonolo, Kori Mangu, dan Kori Rentang, bangunan-bangunan megah dengan arsitektur tradisional Jawa yang khas. Pelataran Kamandungan Lor dan Sri Manganti menambah pengalaman eksplorasi, sebelum akhirnya kamu juga harus mengunjungi Museum Suaka Budaya Karato Kasunanan Surakarta.

Sumur Songo juga menjadi tujuan menarik di kompleks museum. Lebih dari sekadar wisata, kunjungan ini mengajak untuk merenungkan nilai-nilai sejarah, budaya dan kearifan yang harus dijaga. Di balik hiburan dan informasi, terdapat pesan tentang keberlanjutan bumi pertiwi dan kekayaan sejarah. Kawasan keraton terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu Kompleks Alun-alun Lor, Kompleks Sasana Sumewa, Kompleks Siti Hinggil Lor, Kompleks Kamandungan Lor, Kompleks Sri Manganti Lor, Kompleks Kedhaton, Kompleks Kamagangan, Sri Manganti Kidul, Kamandungan Kidul dan Siti Hinggil Kidul.

2. Kampung Wisata Batik Kauman

Wisata Solo
Source : travelingyuk.com

Di Kampung Batik Kauman, yang berlokasi dekat Pasar Klewer, terdapat produksi batik tulis, batik cap, dan batik kombinasi khas Solo. Lokasi ini berada di Kauman, Pasar Kliwon, Surakarta, Jawa Tengah, dan menjadi rumah bagi beragam aktivitas wisatawan. Di sini, kamu dapat menemukan rumah-rumah batik, showroom batik, tempat pelatihan batik, serta fasilitas untuk penelitian dan pengembangan produk batik, termasuk museum koleksi batik yang menarik. 

Sejarah Kampung Batik Kauman mengungkapkan bahwa tempat ini dahulu merupakan pemukiman kaum abdi dalem Keraton Kasunanan, yang mempertahankan tradisi batik sebagai bagian integral dari kehidupan mereka. Ketika berkeliling di Kampung Batik Kauman, kami sarankan untuk menggunakan berjalan kaki atau naik becak karena akses jalan di kampung ini terdiri dari gang-gang sempit. 

Melalui perjalanan berjalan kaki, kamu akan dapat menikmati pemandangan bangunan-bangunan kuno dengan gaya arsitektur Jawa-Belanda, serta merasakan nuansa rumah joglo dan limasan yang khas. Untuk mencapai Kampung Batik Kauman, tersedia berbagai sarana transportasi seperti ojek, becak, dan taksi, memudahkan perjalanan kamu ke lokasi yang istimewa ini.

3. Pasar Klewer

Wisata Solo
Source : Google

Wisata Solo selanjutnya berlokasi di Jl. DR. Radjiman, Gajahan, Pasar Kliwon, Surakarta. Pasar Klewer telah menjadi favorit warga Kota Solo sebagai tempat belanja utama. Tidak hanya itu, banyak wisatawan dari luar kota yang mengunjungi pasar ini untuk membeli oleh-oleh. Sebagai pusat grosir batik terbesar, pasar ini telah menjalani sejarah panjang. 

Selain batik, pasar ini juga menawarkan pakaian-pakaian lain seperti baju bayi, gamis, sepatu, baju anak-anak, hingga baju dewasa. Bahkan, tersedia juga kaos oleh-oleh. Oleh karena itu, tak mengherankan bila banyak wisatawan datang ke Pasar Klewer untuk berbelanja oleh-oleh yang unik.

Tidak hanya itu, aksesoris seperti blangkon, gelang, kalung, dan jilbab juga bisa ditemukan di sini. Motif-motif yang menarik dapat ditemukan dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 500.000. Dengan beragam pilihan ini, Pasar Klewer adalah tempat yang sempurna untuk kamu berbelanja bersama keluarga.

Selain itu, ada pengalaman unik lain yang dapat kamu temui saat berinteraksi dengan para penjual di Pasar Klewer. Terutama jika penjualnya merupakan orang yang sudah lanjut usia, mereka memiliki pengetahuan mendalam mengenai berbagai kain yang mereka jual. Sebagai contoh, penjual kain jarik dengan beragam motif batik. Kain jarik adalah kain panjang yang sering digunakan sebagai bawahan kebaya atau beskap.

Tiap motif batik pada kain jarik memiliki makna yang mendalam, dan penjual berpengalaman ini dengan sabar akan menjelaskan arti dari setiap motif tersebut. Motif-motif tersebut bisa memiliki arti khusus untuk kalangan bangsawan atau bahkan untuk rakyat biasa. Harga dari kain juga dapat dipengaruhi oleh nilai artistik dan sejarah motif tersebut. Dengan demikian, interaksi dengan penjual berpengalaman ini tidak hanya memberikan peluang untuk berbelanja, tetapi juga kesempatan untuk memahami nilai-nilai budaya dan sejarah yang terkandung dalam setiap kain batik.

4. Museum Batik Danar Hadi

Kota Solo, yang dikenal dengan slogannya “The Spirit of Java,” menjadi tempat bagi museum berbasis warisan bernama Museum Batik Danar Hadi. Selain Kampung Batik Kauman. Wisata Solo ini menyimpan salah satu kekayaan budaya nusantara, dan berlokasi di Jalan Brigjen Slamet Riyadi No. 261 Surakarta, di dalam kompleks Ndalem Wuryaningratan. 

Museum ini memiliki 11 ruangan yang menampilkan berbagai koleksi batik. Koleksi-koleksi ini sesuai dengan tema museum sendiri, yaitu “Batik Pengaruh Zaman dan Lingkungan”. Ada sembilan jenis batik yang terbagi dalam koleksi Museum Batik Danar Hadi, seperti batik Belanda, Cina, Djawa Hokokai, pengaruh India, Keraton, pengaruh Keraton, Sudagaran dan batik Petani, batik Indonesia, dan batik Danar Hadi. 

Total koleksi kain batik-batik yang disimpan di museum mencapai 10.000 dan museum ini telah tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai museum batik dengan koleksi terbanyak. Selain menyaksikan berbagai koleksi budaya batik, pengunjung juga bisa mempelajari cara perawatan batik, proses pembuatan batik, bahkan mengikuti workshop pembuatan batik secara langsung.

Proses pembuatan batik melibatkan beberapa langkah yang menarik. Pertama, mori dan klowong, yaitu kain mori yang siap dibatik dan menggambar pola ragam hias menggunakan lilin malam dengan cating di atas kain mori. Kedua, tembokan dan wedelan, artinya menutup bagian putih dengan lilin malam, lalu mencelupkan mori yang sudah diberi lilin malam dengan warna biru. 

Ketiga, kerokan dan biron, yakni mengerok lilin dari bidang yang akan diwarnai cokelat dan menutup bagian yang tetap biru dan cecek. Terakhir, sogan dan batik, yaitu proses menyelup ke warna cokelat dan merebus kain berlilin ke dalam air yang mendidih sebagai tahap akhir dari proses pembuatan batik tradisional.

5. Museum Tumurun

Wisata Solo
Source : travelingyuk.com

Rekomendasi wisata Solo yang ini bertempat di Jalan Kebangkitan Nasional No.2/4, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Surakarta. Museum Pribadi Tumurun ini buka dari Senin hingga Sabtu. Minggu tutup. Jam operasional yang berlaku di museum ini adalah dari jam 10.00 sampai jam 17.00 WIB. Dekat dengan sentra oleh-oleh Solo.

Museum ini menampilkan karya seni yang tidak hanya indah namun juga sangat cocok untuk menjadi objek foto yang menarik untuk platform media sosial seperti Instagram. Tumurun Private Museum memiliki dua lantai yang penuh dengan koleksi seni yang memukau. 

Museum pribadi ini memiliki sekitar 150 karya seni, termasuk lukisan, instalasi seni, dan mobil antik. Ketika pengunjung memasuki lantai pertama, mereka akan langsung disambut dengan koleksi mobil antik yang menakjubkan, seperti Dodge tahun 1948 hingga Mercedez-Benz tahun 1972. Meskipun pengunjung tidak diperbolehkan untuk memegang atau naik mobil-mobil ini karena merupakan barang pribadi, mereka diperbolehkan untuk berfoto di sekitarnya.

Tidak hanya mobil antik, pengunjung juga dapat menikmati karya seni kontemporer dari seniman seperti Tisna Sanjaya, Eddy Susanto, Hery Dono, dan Rudi Mantofani. Di lantai dua, terdapat karya old master seperti Affandi, Ahmad Sadali, Antonio Blanco, Hendra Gunawan, S. Sudjojono, Johan Rudolf Bonnet, Walter Spies, Basoeki Abdullah, dan Raden Saleh.

Setiap koleksi dilengkapi dengan barcode yang dapat dipindai untuk mendapatkan informasi lengkap dan menarik tentang karya seni tersebut. Selama pengunjung berada di museum, pemandu akan siap memberikan penjelasan tentang karya-karya yang ada di Tumurun Private Museum. Menariknya, museum ini juga telah dikunjungi oleh berbagai public figure, termasuk aktor Nicholas Saputra, VJ Daniel, desainer Deden Siswanto, aktris Natasha Wilona, dan aktor Butet Kartaredjasa, yang semakin menambah daya tarik wisata museum ini.

6. Taman Sriwedari

Source : wikimedia.org

Daya tarik utama dari Taman Sriwedari adalah sejarah panjangnya yang merentang hingga zaman dahulu. Taman ini pertama kali didirikan pada masa Sultan Pakubuwono X pada tanggal 1 Januari 1902. Seiring berjalannya waktu, Taman Sriwedari mengalami perubahan dan renovasi, mengubah fungsinya dari tempat peristirahatan keluarga kerajaan menjadi pusat hiburan untuk masyarakat Solo dan sekitarnya. Di dalam kompleks Taman Sriwedari, terdapat Gedung Wayang Orang (GWO), tempat di mana pertunjukan wayang orang seringkali diadakan. Pertunjukan ini biasanya mengangkat cerita dari epik Ramayana dan Mahabharata.

Tidak hanya itu, terkadang pertunjukan wayang juga melibatkan kolaborasi dengan seniman wayang dari RRI Surakarta atau bahkan seniman dari luar kota seperti Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Selain seni pertunjukan, Taman Sriwedari juga menjadi tuan rumah untuk acara ‘Malam Selikuran’ yang diselenggarakan secara rutin setiap bulan Ramadhan, pada malam ke-21. Nama ‘selikur’ berasal dari kata dalam bahasa Jawa yang berarti 21, mengacu pada malam ke-21 dalam bulan Ramadhan.

Taman Sriwedari juga menawarkan berbagai wahana bermain untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, taman bermain ini dikelola oleh pihak swasta. Selain itu, di sekitar taman, terdapat beragam kios yang menjual souvenir dan oleh-oleh seperti wayang budaya, lukisan, dan barang seni lainnya, yang dapat menjadi kenang-kenangan unik dari kunjungan kamu.

7. The Heritage Palace Solo

Source : nativeindonesia.com

The Heritage Palace menjadi terkenal berkat bangunannya yang unik dan konsepnya yang mirip dengan Museum Angkut di Malang. Salah satu bagian yang paling menonjol dari wisata Solo ini adalah area outdoor, yang dikenal oleh banyak orang. Di luar ruangan ini, kamu akan menemukan taman yang indah dengan desain yang mengingatkan pada suasana klasik Eropa. 

Bangunan bekas pabrik telah diubah menjadi istana megah ala Eropa yang didekorasi dengan berbagai bunga berwarna-warni dan lampu taman bergaya klasik. Di berbagai sudut area ini, mobil-mobil klasik seperti Chevrolet, Plymouth, dan Dodge Power diparkir dengan rapi, menambah pesona tempat ini.

Pengunjung diberikan kebebasan untuk berfoto di area ini sambil menikmati suasana unik yang disajikan. Selain itu, tersedia balkon luas yang memungkinkan pengunjung melihat pemandangan taman dari ketinggian atau sekedar berfoto. Di dalam The Heritage Palace, terdapat museum 3D yang memamerkan lukisan tiga dimensi yang memberikan efek muncul dari gambar. Tempat ini selalu ramai dengan pengunjung yang ingin berfoto dengan latar belakang yang unik dan tampak nyata.

Kamu dapat berfoto seolah sedang terbang di atas karpet terbang, berselancar dengan hiu yang mengejar, atau melintasi lahar panas di museum 3D ini. Dengan berbagai latar belakang yang unik ini, foto-foto kamu akan semakin menarik. Tak hanya area outdoor, The Heritage Palace juga memiliki area indoor yang tak kalah menarik. 

Di dalam ruangan ini, kamu dapat berfoto dengan koleksi mobil klasik lainnya yang dipajang di museum mobil klasik. Selain itu, kamu bisa merasakan sensasi berfoto di dalam Omah Kwalik yang menciptakan ilusi seolah-olah berada di langit-langit rumah. Juga, jangan lewatkan fasilitas bermain bernama Kids Town yang pasti akan menyenangkan anak-anak dengan berbagai permainan yang disediakan.

8. Kuliner Solo

Wisata Solo
Ilustrasi Source : Google

Di tengah keindahan seni dan sejarahnya, Solo menawarkan sejumlah makanan khas yang menggugah selera dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kota ini. Salah satu makanan yang tak boleh dilewatkan adalah “Timlo”. Timlo adalah sop yang merangkul beragam cita rasa dalam setiap suapan. 

Terdiri dari suwiran daging ayam, telur, mi, jamur, dan sosis Solo, hidangan ini memberikan pengalaman rasa yang unik dan lezat. Dipadukan dengan kuah kaldu yang kaya rempah dan aroma harum, serta sentuhan mi dan daging yang empuk, Timlo menjadi pilihan sempurna untuk menghangatkan perut di setiap waktu.

Tidak hanya Timlo, Solo juga dikenal dengan “Nasi Liwet”. Hidangan ini bukan hanya sekadar nasi gurih yang lezat, melainkan juga sebuah pengalaman kuliner yang menghubungkan tradisi dengan kelezatan. Nasi Liwet terdiri dari nasi yang dihidangkan bersama sayuran jipang, telur, daging ayam, santan kental, dan opor yang membuatnya semakin istimewa. 

Penyajiannya yang khas dengan daun pisang yang ditekuk hingga membentuk bentuk kerucut yang disebut “pincukan” memberikan sentuhan tradisional yang tak terlupakan. Melalui makanan khas ini, Solo mengajak setiap pengunjungnya untuk merasakan cita rasa autentik yang terjaga selama bertahun-tahun, sambil menikmati atmosfer kota yang kaya akan budaya.

Sewa Mobil di Naba Rent Car Untuk Wisata Kamu di Solo!

Jika kamu sedang merencanakan liburan ke Solo, pastikan untuk tidak melewatkan beberapa destinasi wisata yang sudah kami rekomendasikan. Salah satu tempat yang patut dikunjungi adalah Taman Sriwedari dan Kampung Batik Kauman dengan suasana yang tenang dan penuh sejarah. 

Kamu juga bisa menjelajahi kompleks Keraton Kasunanan Solo yang kaya akan warisan budaya dan seni. Untuk mengunjungi semua tempat ini dengan nyaman, pertimbangkanlah opsi rental mobil Solo dengan sewa mobil harian, hal ini akan memudahkan perjalanan kamu di sekitar kota. Dengan rental mobil, kamu dapat menjelajahi setiap sudut Solo dengan leluasa, memberikan kenyamanan ekstra selama liburan Anda.

Call Us

WhatsApp / Call

Follow Us