Tradisi Ziarah Kubur di tengah wabah Virus Corona
Bulan Suci Ramadan tak lama lagi datang. Tinggal menghitung hari, umat muslim menjalankan ibadah puasa wajib. Satu puasa ditetapkan 24 April 2020. Biasanya umat muslim akan mulai melaksanakan Salat Tarawih, namun kali ini dengan adanya wabah Virus Corona, Solat Tarawih dilakukan di rumah masing-masing. Sebelum memasuki Bulan Ramadan, umat muslim punya tradisi melakukan ziarah kubur keluarga atau orangtua seperti kakek maupun nenek yang sudah meninggal.
Ziarah Kubur ini nampaknya telah menjadi tradisi ini sudah berlangsung lama. Lantas, bagaimanakah hukumnya berziarah kubur menjelang Ramadan atau bulan puasa? Menurut Ustad Abdul Somad, Nabi Muhammad pernah melarang umatnya berziarah kubur, namun sekarang sudah dibolehkan.
Ziarah kubur adalah bagian dari syariat Islam yang diperintahkan dengan sah, dalam kapasitas ibadah sunnah. Di antara tujuan berziarah kubur sebagaimana dijelaskan di dalam riwayat dari Al-Hakim, hikmahnya adalah agar peziarah ini dapat melembutkan hati, berlinang air mata serta mengingatkan akan kematian dan hari akhir.
Dengan berziarah kubur, lalu mengingat kematian, akan menghalangi seseorang dari maksiat, melembutkan hatinya yang kelam, mengusir kesenangan terhadap dunia, membuat musibah yang kita alami terasa ringan. Selain sebagai pengingat kematian, ziarah kubur juga bermanfaat bagi orang yang menghuni kubur. Sebab Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk mendoakan orang yang di dalam kubur, mulai dari salam ketika datang hingga memohon ampunan kepada Allah atas dosa-dosanya, dan mendoakan kebaikan-kebaikannya.
Namun bagaimana untuk Ziarah kubur di tahun 2020, dengan situasi seperti ini, masih bolehkan kita untuk berziarah?
Dalam situasi Wabah seperti ini ada baiknya untuk mentiadakan kebiasaan menyambut bulan suci Ramadan tahun 2020, seperti ziarah kubur, kenduri dan hal hal kumpul lainnya yang berpotensi membesarkan wabah corona. Ziarah Kubur ini bisa kalian gantikan dengan mendoakan orang yang sudah tiada di rumah. Sediakan air, lalu bacakan doa, dan nanti jika situasinya sudah membaik kalian bias menyiramkan air itu di atas makam. Untuk kebiasaan masyarakat jelang puasa, kenduri, pertama mendoa ramai-ramai di rumah. Dalam kondisi saat ini lebih baik diganti dengan sedekah saja ke orang kurang mampu dan panti asuhan.
Baca juga : Tips menjaga kabin mobil dari bakteri dan Virus

Dan nantinya jika keadaan sudah membaik saat ziarah kubur, ada doa doa yang bisa kalian baca yaitu :
- Membaca salam
السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ
Arab-latin: Assalamu’alaìkum dara qaumìn mu’mìnîn wa atakum ma tu’adun ghadan mu’ajjalun, wa ìnna ìnsya-Allahu bìkum lahìqun”
Artinya : “Assalamuallaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian.”
- Membaca istighfar
أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Arab-latin: “Astaghfirullah Hal Adzim Alladzi La ilaha Illa Huwal Hayyul Qoyyumu Wa atubu Ilaihi.”
Artinya : “Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”
- Membaca surat Al Fatihah
- Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas
- Membaca kalimat tahlil
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ
Arab-latin: “Laailaaha Illallah.”
Artinya : “Tiada Tuhan selain Allah.”
- Membaca doa ziarah kubur
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ
الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ
Arab-latin: “Allahummaghfìrlahu war hamhu wa ‘aafìhìì wa’fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì’ madholahu, waghsìlhu bìl maa’ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì.”
“Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì.”
Artinya : “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.”
“Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.” (HR. Muslim).
Sr: berbgai sumber