Fitur Baru Google Maps di era #newnormal

Ada Fitur Baru Loh Dari Google Maps!

 

Google Maps merupakan layanan pemetaan web yang dikembangkan oleh Google. Layanan ini memberikan citra satelit, peta jalan, panorama 360°, kondisi lalu lintas, dan perencanaan rute untuk bepergian dengan berjalan kaki, mobil, sepeda (versi beta), atau angkutan umum.

Dengan berbentuk layanan peta yang terkenal akan kekuatannya, Google Maps akan menampilkan gambar lokasi jalanan dan tingkat kemacetan lalu lintas yang ada di seluruh dunia. Google Maps dapat diakses di berbagai tempat mulai dari komputer tablet ataupun handphone, selama internet ataupun jaringan anda berjalan dengan baik dan juga lancar.

Dari tahun ke tahun, fitur Google Maps selalu diperbarui, sehingga pengguna bisa melakukan banyak hal dengan Google Maps. Memasuki ” new normal” yang marak didengungkan, negara-negara di berbagai belahan dunia mulai kembali membuka diri di tengah pandemi Covid-19. Google pun berinisiatif menambahkan beberapa fitur baru pada aplikasi Google Maps untuk mengingatkan serta membantu pengguna yang perlu ke luar rumah, dalam merencanakan rute perjalanan mereka dengan baik dan aman selagi kembali beraktivitas.

 

Google Maps akan memberitahu pengguna mengenai tingkat kepadatan angkutan umum seperti kereta dan bus secara real time melalui informasi yang dimunculkan pada aplikasi. Selain itu, Google Maps juga akan menginformasikan jadwal perjalanan kereta atau bus, apabila secara tiba-tiba mengalami hambatan.

Screenshot Google Maps

Dalam mengumpulkan data dan informasi tersebut, Google memanfaatkan metode “crowdsourced” dengan cara menampilkan informasi yang bersumber dari para pengguna yang sedang berada di area stasiun kereta api atau halte bus.

 

Google mengatakan bahwa informasi semacam ini sangat berguna bagi para penumpang yang ingin pergi bekerja sehingga mereka dapat mengetahui terlebih dahulu tingkat keramaian angkutan umum.

“Pengguna cukup memilih opsi stasiun pada peta (Google Maps) untuk mengetahui informasi tingkat kepadatan angkutan umum dan jadwal keberangkatan yang tersedia, kata Ramesh Nagarajan, Director of Google Maps Product, dalam sebuah posting blog.

Screenshot Google Maps

Untuk mode pengemudi, nantinya pengguna akan memperoleh informasi terkait beberapa titik pos pemeriksaan (checkpoint) dan pembatasan perjalanan terkait Covid-19 di sepanjang rute pengguna.

Screenshot Google Maps

Untuk di Indonesia sendiri fitur baru Google Maps ini belum tersedia, informasi  ini akan muncul apabila pengemudi melintasi area perbatasan nasional di negara-negara tertentu seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Phone Arena, Selasa (9/6/2020). Kita berdoa aja ya semoga Fitur ini hadir juga di Indonesia.. agar bisa membantu perjalanan kita lebih Safety lagi ya.. amin

Apabila pengguna ingin pergi ke layanan fasilitas medis atau pusat pengujian tes Covid-19, Google Maps akan menyarankan untuk melakukan riset dan membaca prosedur terlebih dahulu guna memastikan mereka tidak malah ditolak ketika sampai di sana.

baca juga : Ingin Travelling murah? begini caranya

sumber : tekno.kompas.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *