Kartu Pra Kerja Jadi Solusi Ditengah Wabah Corona

Banyak sekali sektor usaha yang terdampak Wabah Covid-19, bahkan sebagian perusahaan merumahkan karyawannya. Menanggapi hal tersebut, pemerintah mengeluarkan Program Kartu Prakerja guna mendukung peningkatan keterampilan masyarakat. Dampak dari Covid-19 membuat orang yang terkena imbasnya mengalami kebingungan karena harus memenuhi kebutuhan hidup serta cicilan kendaraan yang harus mereka bayar di setiap bulannya.

 

Sektor usaha yang mengalami dampak parah dari wabah Virus Corona ialah Pelaku Pariwisata, Rental Mobil hingga driver daring atau lebih akrab disebut Ojol.  Terlebih, beberapa hari yang lalu, fitur angkut penumpang dihapus oleh aplikasi terkait yang harus mengikuti aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah. Kartu sakti dari Pemerintah bisa menjadi solusi atas hal tersebut.

 

Baca Juga : Tips Mudik Aman Di Tengah Wabah Corona

 

Masyarakat bisa menggunakan Kartu Pra Kerja yang sudah dikeluarkan oleh Presiden Jokowi. Kartu ini ialah sebuah kartu yang digalangkan dalam rangka program pelatihan dan pembinaan warga negara Indonesia yang belum memiliki keterampilan. Kartu tersebut dipromosikan oleh Joko Widodo pada masa kampanye Pemilihan umum Presiden Indonesia 2019, bersama dengan KIP Kuliah dan Kartu sembako murah.

 

Saat ini, pemerintah sudah membuka pendaftaran tahap awal atau gelombang pertama untuk kartu pra kerja yang dimulai dari tanggal 11/4/ 2020 sampai 16/4/2020 pukul 16.00 WIB per minggunya. Dilansir dari detik Finance, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pendaftaran Kartu Pra Kerja akan dibagi per gelombang yang dibuka setiap satu pekan terhitung hari ini.

 

Tahap kedua akan jatuh hari Kamis (16/4) setelah pukul 16.00 WIB. Bagi pekerja yang ingin mengikuti program ini bisa langsung mendaftarkan diri untuk jadi peserta program Kartu Pra Kerja. Syaratnya mudah, peserta harus berumur 18 tahun ke atas dan tidak sedang menempuh pendidikan formal. Pekerja yang baru saja terkena PHK dan tidak menempuh pendidikan formal juga bisa ikut.

 

Pemerintah menyiapkan anggaran program tersebut sebesar Rp 20 triliun dengan target peserta sebanyak 5,6 juta orang. Setiap minggu, pemerintah memberikan kuota bagi 164.000 masyarakat untuk mendaftar di program Kartu Pra Kerja.

 

Setelah mengikuti program ini, setiap peserta mendapat insentif sebesar Rp 3.550.000 per orang. Namun hanya selama pandemi virus Corona (COVID-19). Rinciannya adalah bantuan pelatihan sebesar Rp1.000.000, insentif penuntasan pelatihan sebesar Rp 600.000 per bulan selama empat bulan, dan insentif survei kebekerjaan sebesar Rp 150.000.

 

Perlu diketahui pencairan akan dilakukan setiap bulan selama empat bulan, yang dicairkan sebesar Rp 600.000 per bulannya. Sedangkan biaya Rp 1 juta menjadi modal peserta untuk membeli atau memilih menu keterampilan. Sedangkan insentif Rp 150.000 akan dibayarkan di bulan keempat setelah mengisi survei kebekerjaan.

 

Lalu bagaimana cara mendapatkan tersebut? Mari kita simak cara berikut:

 

  1. Pastikan syarat umur dan tidak bekerja serta menempuh pendidikan formal terpenuhi.
  2. Buka website prakerja.go.id, kemudian klik ‘Daftar Sekarang’
  3. Isi dan ikuti prosedur pendaftaran yang tersedia, kemudian kirim.
  4. Setelah itu data peserta Kartu Pra Kerja akan diverifikasi
  5. Bagi yang lolos akan dikirimkan notifikasi melalui email, untuk selanjutnya mendapatkan bantuan dan melakukan pelatihan.

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Kartu Pra Kerja, pemerintah menyediakan pusat bantuan di (021) 25541246 yang beroperasi setiap hari Senin-Jumat pukul 08.00-19.00 WIB, atau e-mail [email protected].

 

 

 

Sumber: Berbagai Sumber