Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Ibadah Puasa Di tengah Wabah Corona

Ibadah puasa bukan halangan untuk tetap melakukan aktivitas kerja, bukan berarti membuat tubuh menjadi lemas dan produktivitas menurun. Lapar dan haus bukan suatu alasan bagi manusia untuk bermalas-malasan saat menjalani ibadah puasa. Dengan berpuasa bukan berarti mengurangi aktivitas kita seminimal mungkin, akan tetapi bagaimana cara agar kondisi badan tetap bugar saat melakukan kegiatan di bulan ramadhan.

 

Baca Juga: Hati- hati! Tiga Hal ini Menjadi Sumber Penularan Corona

 

Menurut penelitian, puasa merupakan proses detoksifikasi yang efektif. Detoksifikasi adalah proses pengeluaran racun dari dalam tubuh. Racun-racun selama ini menumpuk di dalam tubuh karena sisa makanan, sisa metabolisme tubuh, polusi, obat-obatan hingga aktifitas otak bisa menyebabkan berbagai penyakit. Selain bulan ini penuh dengan berkah, ampunan dan pahala, Bulan ini tepat untuk mengembalikan stamina tubuh kita dengan menjaga kebugaran.

 

Ibadah puasa memang memiliki segudang manfaat, bahkan ada beberapa penyakit yang bisa disembuhkan dengan berpuasa diantaranya ialah, kolesterol, Maag hingga Obesitas. Manfaat dari berpuasa memang sangat baik, lalu, bagaimana menjalankan ibadah puasa ditengah wabah corona? Karena banyak sekali yang mengatakan bahwa untuk melakukan pencegahan covid-19 adalah dengan menjaga daya tahan tubuh kita agar selalu prima.

 

Bulan Ramadhan kali ini sangat berbeda dengan bulan ramadhan yang sebelumnya, di tahun ini kita dipaska “di rumah aja” guna mencegah penyebaran virus corona yang kian masif. Dilansir dari kompas, Salah satu pertanyaan banyak orang saat berpuasa di tengah wabah penyakit Covid-19 adalah daya tahan tubuh. Pasalnya, sistem daya tahan tubuh memegang peranan vital dalam melindungi tubuh dari infeksi kuman, termasuk virus corona jenis SARS-CoV-2. Dr Amir Khan dari Layanan Kesehatan Nasional (NHS) Inggris menjawab, studi terbaru menunjukkan puasa dapat berdampak positif bagi daya tahan tubuh. “Saat berpuasa, tubuh berada dalam mode hemat energi karena tidak ada nutrisi yang masuk,” jelas dia seperti dilansir Aljazeera.

 

Demi menghemat energi, tubuh mendaur ulang sel kekebalan yang sudah usang atau rusak dengan yang baru. Sehingga, selepas menjalani satu periode puasa, tubuh memiliki banyak sel imun yang lebih sehat dan lebih kuat dalam memerangi infeksi. Sistem daya tahan tubuh secara keseluruhan pun jadi meningkat setelah berpuasa. Kendati puasa bermanfaat untuk imun, orang yang berpuasa tetap perlu mengupayakan daya tahan tubuh agar tetap optimal. “Memang, studi mengindikasikan bahwa puasa dapat meningkatkan aktivitas sel imun. Tapi, Anda tetap perlu mencukupi kebutuhan nutrisi untuk menunjang daya tahan tubuh,” jelas Zeina Younes, Ahli gizi klinis Zeina Younes dari Dubai, kepada Gulf News.

 

Saat menjalankan ibadah puasa jangan melupakan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh agar badan tetap bugar sehingga daya tahan tubuh tetap prima. Usahakan menerapkan menu makanan seimbang dan melakukan hal agar daya tahan tubuh anda tetap fit seperti:

 

 

Minum yang cukup:

 

  • Sekitar 2000-2500 ml air sehari (kurang lebih 10 gelas). Minum air putih terutama malam hari dan saat sahur untuk proses pelarutan dan pengeluaran racun melalui air seni
  • Pada usia lanjut sering merasa tidak haus. Namun demi menjaga agar tidak terjadi dehidrasi (kekurangan cairan) seyogyanya tetap minum yang cukup
  • Penderita gagal ginjal, minum air harus disesuaikan kebutuhan
  • Minum air tidak selalu air putih saja, tetapi teh, susu, jus buah, kuah sayur.

 

 

Makan sahur secukupnya:

 

  • Meski kurang bernafsu untuk makan karena mengantuk, sebaiknya makan sahur secukupnya,
  • Jangan terlalu kenyang karena membuat kita lemas, jangan terlalu sedikit sehingga kita kekurangan tenaga waktu beraktivitas siang hari
  • Memperkuat badan kita saat beraktivitas di siang hari
  • Pilih menu dengan gizi lengkap & bervariasi.

 

 

Makan makanan berserat:

 

  • Terdapat dalam sayuran dan buah mudah dicerna tubuh dan membuat perut terasa kenyang lebih lama saat puasa karena gula dalam serat tidak mudah terurai
  • Saat berbuka puasa, dimulai dengan menikmati minuman hangat dan makanan ringan yang manis, seperti kurma/kolak
  • Kurma kandungan serat dan gulanya sangat tinggi baik untuk kesehatan, cepat diserap oleh tubuh (45-60menit), untuk energi, kaya kalium, magnesium dan serat.

 

 

Makan sayur dan buah:

 

  • Mengkonsumsi makanan yang berserat dan minum air atau jus buah setiap hari akan :
  • Menghindari timbulnya sembelit atau susah buang air besar
  • Kalau perlu boleh mengkonsumsi suplemen/multivitamin yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh
  • Istirahatlah (selama 1 jam) di waktu siang hari karena aktivitas siang hari menyebabkan banyak keringat keluar.

 

 

Olah raga ringan :

 

  • Gunanya untuk menjaga kebugaran tubuh selama puasa dan untuk memaksimalkan proses detoksifikasi selama puasa
  • Olah raga ini idealnya dilakukan 30 menit atau 2 jam menjelang berbuka
  • Usahakan melakukan olah raga ringan seperti jalan kaki, sepeda atau joging selama setengah jam
  • Kebiasaan yang salah berolah raga sehabis sahur menyebabkan cepat lelah ketika puasa.